KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Keuangan telah mengalokasikan dana substansial sebesar Rp 850 juta untuk mendukung pengembangan kegiatan olahraga dan seni budaya mahasiswa dalam tahun akademik 2025-2026. Keputusan strategis ini merupakan komitmen nyata institusi pendidikan tersebut dalam mengembangkan potensi mahasiswa secara holistik, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam pengembangan soft skill dan kreativitas.
Pengumuman resmi mengenai alokasi dana ini disampaikan pada Selasa, 15 April 2026, melalui konferensi pers yang digelar di Ruang Rapat Utama Universitas Muhammadiyah Kendari. Kehadiran berbagai pejabat kampus, ketua organisasi mahasiswa, serta atlet dan seniman mahasiswa menjadi bukti seriusnya komitmen institusi terhadap inisiatif ini. Dana yang digulirkan akan didistribusikan ke berbagai unit dan organisasi kemahasiswaan untuk menunjang kegiatan mulai dari turnamen olahraga tingkat regional hingga festival seni budaya tahunan.
### Latar Belakang Alokasi Dana
Keputusan Universitas Muhammadiyah Kendari mengalokasikan dana tersebut tidak lahir dalam ruang hampa. Sepanjang dua tahun terakhir, kampus yang berlokasi strategis di jantung kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ini telah menyaksikan peningkatan signifikan dalam partisipasi mahasiswa pada berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Namun, keterbatasan anggaran kerap menjadi penghambat untuk mengembangkan program-program unggulan yang dapat membawa nama kampus dan mahasiswa ke tingkat nasional maupun internasional.
Berdasarkan data yang dihimpun Biro Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari, jumlah mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan olahraga dan seni budaya mencapai lebih dari 2.500 orang dari total populasi mahasiswa sekitar 8.000 an. Angka partisipasi tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa untuk mengasah kemampuan di luar ruang kuliah, sekaligus mengindikasikan perlunya dukungan finansial yang lebih memadai.
Kepala Unit Keuangan Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Bambang Sutrisno, M.Ak., dalam pernyataannya menyebutkan bahwa alokasi dana ini telah melalui proses evaluasi dan perencanaan yang matang melibatkan berbagai stakeholder internal.
“Kami memahami bahwa mahasiswa yang berkembang secara komprehensif, baik akademik maupun non-akademik, akan menjadi lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Oleh karena itu, Unit Keuangan berkomitmen mendukung penuh inisiatif-inisiatif yang mendorong pengembangan mahasiswa melalui kegiatan olahraga dan seni budaya,” ungkap Dr. Bambang Sutrisno saat konferensi pers tersebut.
### Distribusi dan Rincian Dana
Dari total Rp 850 juta yang dialokasikan, rinciannya adalah sebagai berikut: Rp 350 juta untuk pengembangan cabang olahraga unggulan, termasuk sepak bola, bola voli, badminton, dan esports; Rp 250 juta untuk kegiatan seni budaya seperti tari tradisional, musik, teater, dan seni rupa; Rp 150 juta untuk penyelenggaraan event olahraga dan seni tahunan; serta Rp 100 juta untuk pengadaan infrastruktur dan peralatan pendukung.
Ketua Organisasi Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari, Akbar Wijaya, yang juga turut hadir dalam konferensi pers, menyambut positif keputusan ini. Menurutnya, dana yang tersedia akan digunakan secara optimal untuk memberdayakan unit-unit kemahasiswaan dan mengembangkan program-program yang berkelanjutan.
“Sebagai organisasi kemahasiswaan, kami sudah menanti-nantikan dukungan finansial seperti ini. Kami telah menyiapkan proposal-proposal matang untuk berbagai kegiatan yang akan memberikan dampak positif bagi pengembangan mahasiswa. Mulai dari latihan intensif untuk atlet-atlet andalan kami hingga workshop dan pelatihan untuk para seniman,” jelas Akbar Wijaya dengan antusias.
### Program-Program Unggulan yang Akan Dijalankan
Dengan dukungan dana ini, Universitas Muhammadiyah Kendari akan meluncurkan beberapa program unggulan yang dirancang untuk meningkatkan prestasi mahasiswa dalam bidang olahraga dan seni budaya. Program pertama adalah “Akademi Olahraga Unismuh Kendari” yang akan memfokuskan pada pengembangan atlet-atlet muda berbakat untuk berkompetisi di ajang-ajang bergengsi seperti Pekan Olahraga Universitas (PON) dan Kejuaraan Olahraga Mahasiswa tingkat nasional.
Program kedua adalah “Festival Seni dan Budaya Mahasiswa Unismuh Kendari 2026” yang akan diselenggarakan sebagai ajang apresiasi sekaligus kompetisi seni bagi semua mahasiswa. Festival ini dijadwalkan akan berlangsung pada bulan Agustus 2026 dan diharapkan dapat menarik partisipasi tidak hanya dari kampus sendiri tetapi juga dari universitas-universitas lain di Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, program ketiga yang dinamakan “Talent Development Workshop Series” akan menghadirkan narasumber-narasumber profesional dari berbagai bidang olahraga dan seni untuk memberikan pelatihan intensif kepada mahasiswa. Workshop ini akan difasilitasi oleh Unit Keuangan bekerja sama dengan Biro Kemahasiswaan dan Lembaga Pengembangan Seni dan Olahraga Mahasiswa.
Direktur Biro Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Hendra Pratama, S.Psi., M.Psi., menambahkan bahwa semua program ini dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutan jangka panjang.
“Kami tidak hanya ingin memberikan dana sekali jadi, tetapi membangun sistem dan struktur yang memastikan kegiatan olahraga dan seni budaya mahasiswa terus berkembang dari tahun ke tahun. Investasi ini adalah investasi dalam pengembangan sumber daya manusia kampus kita,” papar Dr. Hendra Pratama.
### Dampak dan Harapan ke Depan
Dukungan finansial dari Unit Keuangan ini diharapkan membawa dampak multiplier bagi ekosistem olahraga dan seni di Universitas Muhammadiyah Kendari. Dalam jangka pendek, mahasiswa akan memiliki akses yang lebih baik terhadap fasilitas pelatihan, peralatan berkualitas, dan pembimbing profesional. Dalam jangka menengah, diharapkan dapat meningkatkan prestasi mahasiswa dalam berbagai kompetisi regional maupun nasional, yang pada gilirannya akan meningkatkan reputasi kampus.
Kepala Unit Pengembangan Seni dan Olahraga Mahasiswa, Ibu Siti Nurhaliza, S.Pd., mengungkapkan optimismenya terhadap program ini.
“Dengan dukungan dana yang memadai, kami yakin dapat meningkatkan kualitas pelatihan dan kompetisi internal. Kami juga akan berupaya menjalin kerjasama dengan klub-klub profesional dan organisasi olahraga regional untuk memberikan exposure yang lebih luas kepada mahasiswa kami,” ujar Ibu Siti Nurhaliza.
Data historis menunjukkan bahwa pada tahun akademik lalu, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari telah meraih berbagai prestasi di antaranya medali perunggu pada Kejuaraan Badminton Mahasiswa Sulawesi Tenggara dan penghargaan “Best Performance” pada Festival Tari Tradisional Regional. Dengan dukungan dana yang lebih substansial kali ini, ekspektasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi tentu saja semakin realistis.
### Mekanisme Pengawasan dan Akuntabilitas
Mengingat besarnya dana yang dialokasikan, Unit Keuangan telah merancang mekanisme pengawasan dan akuntabilitas yang ketat. Setiap organisasi kemahasiswaan dan unit olahraga-seni yang menerima dana harus membuat laporan pertanggungjawaban kuartalan kepada Unit Keuangan. Selain itu, akan dibentuk tim audit internal yang akan melakukan monitoring periodik untuk memastikan dana digunakan sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati.
Ketua Komisi Audit Internal Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Salim Budiman, M.T., menjelaskan prosedur pengawasan ini.
“Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip utama kami dalam mengelola dana-dana besar seperti ini. Kami akan melakukan audit berkala dan membuat laporan yang dapat diakses oleh stakeholder internal maupun eksternal. Tujuannya adalah memastikan setiap rupiah yang diinvestasikan memberikan return yang optimal bagi pengembangan mahasiswa,” jelas Prof. Salim Budiman.
### Respons Mahasiswa dan Komunitas Kampus
Respons dari para mahasiswa atlet dan seniman sangat positif. Berbagai testimoni dihimpun dari representatif berbagai unit olahraga dan seni. Raditya Prasetyo, atlet sepak bola Universitas Muhammadiyah Kendari yang pernah menjadi pemain cadangan tim kabupaten Kendari, menyatakan bahwa dukungan finansial ini sangat berarti bagi persiapannya menghadapi kompetisi nasional.
“Selama ini kami sering terkendala dalam hal pendanaan latihan, penyediaan peralatan berkualitas, dan mengikuti kompetisi-kompetisi bergengsi. Dengan adanya alokasi dana ini, saya optimis bisa meningkatkan performa saya dan berkontribusi lebih besar untuk tim serta kampus. Terima kasih atas dukungan Unit Keuangan,” ungkap Raditya dengan mata berbinar.
Sementara itu, Dini Amalia, mahasiswa jurusan Seni Pertunjukan yang aktif dalam kelompok tari tradisional Universitas Muhammadiyah Kendari, juga mengekspresikan rasa syukur yang sama.
“Kami telah mengatasi banyak tantangan dalam berlatih karena keterbatasan dana. Sekarang dengan dana yang lebih memadai, kami bisa fokus pada pengembangan kemampuan artistik tanpa harus khawatir tentang biaya. Saya yakin tahun ini kelompok tari kami akan bisa menghadirkan karya-karya yang lebih matang dan berkualitas,” kata Dini dengan antusiasme.
### Penutup
Alokasi dana Rp 850 juta yang digulirkan oleh Unit Keuangan Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan wujud nyata dari visi dan misi institusi dalam membentuk mahasiswa yang komprehensif dan berpotensi tinggi. Keputusan ini mencerminkan komitmen jangka panjang untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang secara akademik unggul, tetapi juga mahasiswa yang kreatif, sehat, dan memiliki karakter kuat.
Ke depannya, diharapkan dukungan finansial ini dapat membuka peluang bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus berprestasi, memperluas jaringan, dan akhirnya memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat luas. Momentum ini juga diharapkan dapat menginspirasi unit-unit lain di universitas untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa.
Dengan langkah strategis ini, Universitas Muhammadiyah Kendari sekali lagi membuktikan bahwa keunggulan institusi pendidikan tidak hanya diukur dari akreditasi program studi, tetapi juga dari komitmen untuk mengembangkan potensi holistik setiap mahasiswa yang dididiknya.
—
Artikel ditulis berdasarkan konferensi pers resmi Universitas Muhammadiyah Kendari, 15 April 2026